
Beranjak dari pengalaman kami selama 2 tahun yaitu dari bulan November 1986 sampai November 1988 kami menderita penyakit hepatitis B kronis/lever serta komplikasi dengan penyakit darah tinggi, kencing manis, ginjal dan maag dengan keluhan antara lain: kepala pening / hampa, badan kuning, muka kusam kelabu, hati mengeras terasa sakit dan perih serta mengganjal keatas, perut mual, / kembung dan bengkak, sakit pinggang, kepala bagian belakang terasa tegang.
Selama 2 tahun hidup kami sangat menderita, segala upaya untuk penyembuhan semua dilakukan baik pengobatan secara medis, sinshe, tusuk jarum, dukun, maupun secara tradisional, namun penyakit kami semakin bertambah parah, bahkan dokter yang menangani sudah pasrah.
Keadaan ini ditandai dengan kelainan perasaan anatara lain dunia terasa sempit, pandangan terasa goyang, perasaan hancur tidak pernah luput dari ingatan mati, namun apa yang kami rasakan tidak sanggup kami ceritakan kepada siapapun dan itu mungkin merupakan rahasia tuhan.
Tetapi atas dasar keimanan yang teguh kami selalu mendekati diri kepada tuhan yang maha Kuasa, berpasrah diri sambil berdoa. Dalam kaitan upaya penyembuhan ini ada 5 (lima) hal yang sering kami lakukan antara lain:
1. Melakukan sholat tahajjud
2. Melakukan sholat duha
3. Membaca Al-Qur’an setiap hari
4. Berzikir dan selalu membaca “WAIDZAA MARIDTHU FAHU WAYASFINI ( jika kamu sakit maka akulah yang menyembuhkanmu )
5. Bersedekah.
Menurut hadist nabi Muhammad saw bahwa bersedekah itu dapat menolak 70 kejahatan atau bala.
Tak lama kemudian datang hidayah Allah dimana pada suatu hari sekitar jam 04.00 wita kami bermimpi didatangi oleh seorang nenek memberitahukan cara pengobatan penyakit kami dengan 10 ( sepuluh ) macam bahan obat serta memberikan petunjuk cara meraciknya.
Akhirnya kami bangun melihat kiri-kanan didalam ruangan ternyata tidak ada orang, kemudian kami memanggil istri kami yang ada di kamar sebelah lalu kami menceritakan keaadaan mimpi tersebut. Tanpa pikir panjang menunggu pagi hari, keluarga kami beramai-ramai mencari bahan-bahan obat tersebut.
Kesepuluh macam bahan obat tersebut adalah:
1. Daun babele
2. Daun meniran
3. Daun bidara
4. Daun ceplukan
5. Temu lawak
6. Kunyit
7. Lempuyang pahit
8. Rebung bamboo kuning
9. Bawang putih
10. Air madu
Kemudian cara meraciknya sebagai berikut:
1. Ambil masing-msing 5 genggam daun babele, daun meniran, daun bidara, daun ceplukan. Daun-daun ini dikeringkan terlebih dahulu kemudian di tumbuk sampai halus dan diayak, ampasnya yang kasar dibuang.
2. Ambil masing-masing 5 induk rimpang temu lawak, kunyit, lempuyang pahit, rebung bamboo kuning, kemudian diparut sampai halus. Keempat bahan tersebut disatukan, kemudian diperas airnya sampai bening, dan ampasnya yang kasar dibuang.
3. Ambil 5 genggam biji bawang putih yang sudah dikupas kulitnya, kemudian digiling sampai halus.
Setelah kami mengamalkan obat tersebut selama tiga hari, kami mengalami mencret terus dan keluar kotoran berwarna kehitam-hitaman bercampur lender, tapi dibalik itu badan kami terasa sehat, muka sudah mulai kemerah-merahan, perut yang tadinya bengkak sudah mulai mengempis begitu pula kaki.
Dalam tempa satu setengah bulan kami mengamalkan terus obat ini, akhirnya kesehatan kami pulih kembali seperti sediakala.
Setelah diaadakan pemeriksaan laboratorium, hasilnya sangat menggembirakan karena SGPT menunjukan dari 124 U/L turun menjadi 92 U/L dan turun lagi menjadi 1 U/L dalam tempo satu bulan serta dapat merubah keadaan HBs Ag dari positif (+) menjadi negative (-) dan anti HBs menjadi positif (2/0) dan oleh dokter dinyatakan sembuh
total.

Pada kesempatan ini pula kami datang ke kantor (BKKBN Propinsi NTB) membuat teman-teman tercengang dan heran melihat keaadaan kami sudah sehat. Berbagai sentilan ucapan teman diiringi dengan guyon, ada yang menanyakan obat apa yang diminum, ada yang memberikan ucapan selamat biasa, dan ada pula yang menagatakan” Tidak Jadi Mati” dan sebagainya. Jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya betul-betul parah sampai –sampai membuat keluarga kami panic. Teman-teman kerabat dan sejawat berdatangan menjenguk, ada yang sampai 4 kali, karena sudah tersebar berita bahwa keadaan kami sudah tipis harapan untuk hidup. Namun semua itu adalah kehendak Allah, Tuhan yang MAha Pemurah lagi Penyayang tanpa pilih kasih masih mengabulkan permintaan hambanya yang selalu berdo’a sesuai dengan janji-Nya, “bermohonlah kamu kepada-Ku, niscya Aku akan memperkenankan permohonan dan Do’a mu”.
Dari pengalaman kami ini kemudian kami tularkan lagi kepada teman-teman sependeriataan, kebetulan ada 4 orang teman yang mengalami penyakit serupa dan setelah mengkonsumsi jamu larangga mbojo ternyata semuanya sembuh.
Dari cerita ke cerita akhirnya berkembang terus berita ini sampai menyebar ke kota-kota besar di Indonesia. Surat banyak berdatangan yaitu dari bulan maret 1990 sampai 17 april 2007 tercatat 4462 orang yang mengirim surat kepada kami, menanyakan tentang obat tradisional ini dengan mengemukan keluhan penyakit yang hampir sama dengan penyakit kami.

Dari sejumlah orang yang bersurat itu sudah tidak dapat di hitung lagi orang yang menyatakan diri sehat, sembuh, serta menyatakan kemapuhan obat tradisional tersebut. Dan sebagai bukti dapat kami kemukan pernyataan 7 orang yang kami anggap mewakili yang lain menyatakan diri sehat / sembuh setelah mengkonsumsi jamu larangga mbojo antara lain:
1. Pernyataan Wawan Bambang WS dari rembang jawa tengah dengan Hbs Ag sangat positif dimana keadaan SGOT : 221,5 U/L dan SGPT : 247 U/L berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 5 november 1998. Setelah mengkonsumsi jamu larangga mbojo secara terus menerus sampai menghabiskan 8 toples akhirnya dapat merubah keaadaan menjadi SGOT : 16 U/L dan SGPT : 17 U/L bersdasarkan pemeriksaan laboratorium tanggal 5desember 1990 dan oleh dokter yang menanganinya dia dinyatakan sembuh total.
2. Pernyataan Sutjipto dari bojonegoro Jawa Timur berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 30 maret 1990 bahwa keadaan SGOT : 48,9 U/L dan SGPT : 82,4 U/L. setelah mengkonsusmsi jamu larangga mbojo secara rutin dan teratur samapai menghabiskan 2 toples ( 1 toples untuk satu bulan ) maka dengan secara drastis dapat merubah keadaan menjadi SGOT : 12,5 U/L dari SGPT : 15,5 U/L berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 22 juni 1990 dan oleh dokter yang menanganinya dia dinyatakan sembuh total.
3. Pernyataan H. Johana. H. Bakri dari pare-pare Sulawesi selatan surat per tanggal 15 maret 1991 bahwa dirinya oleh dokter yang menanganinya dia dinyatakan sembuh setelah mengkonsumsi jamu larangga mbojo sebanyak 7 toples sampai-sampai dokter menyatakan suatu keajaiban karena belum pernah menemukan kasus penderita lever / Hepatitis B separah ini bisa sembuh total. Padahal surat suaminya H. Bakri K pertanggal 12 juli 1990 menyatakan kekhawatirannya melihat perut sampai kaki istrinya bengkak dan segera meminta tolong kepada kami untuk di buatkan Jamu larangga mbojo.
4. Pernyataan H. Abdoel Moekty dari Surabaya Jawa Timur membentangkan kegembiraannya sampai mengucapkan Alhamdulillah berkali-kali dengan izin Allah bahwa dirinya dinyatakan sembuh oleh dokter yang menanganinya setelah dia mengkonsumsi jamu larangga mbojo sebanyak 4 toples secara teratur. Pemeriksaan laboratorium sebagai berikut:
- Hasil pemeriksaan tanggal 19 maret 1991 SGOT : 59 dan SGPT : 117,7
- Hasil pemeriksaan tanggal 26 maret 1991 SGOT : 39,9 dan SGPT : 83,5
- Hasil pemeriksaan tanggal 7 mei 1991 SGOT : 24,1 dan SGPT : 45,8
- Hasil pemeriksaan tanggal 20 mei 1991 SGOT : 22 dan SGPT : 25,1
5. Penyataan Arnold Da Costa dari Salatiga Jawa Tengah, surat pertanggal 9 maret 1991, mengucapkan rasa terima kasih yang terhingga kepada kami bersama keluarga atas nama dia sendiri dan seluruh keluarganya bahwa dia sudah dinyatakan sembuh oleh dokter yang menanganinya setelah mengkonsumsi jamu larangga mbojo selama kurang lebih 4 bulan sebagai bukti ditunjukan hasil pemeriksaan laboratorium sebagai berikut: SGOT : 13 U/L, Gamma : 26, jika dibandingkan sebelum dia mengkonsumsi jamu larangga mbojo keadaanya sangat mengkhawatirkan karena dia menderita penyakit hepatitis B kronis selama 2 tahun lebih dan pernah di rawat di rumah sakit salatiga selama setahun setengah.
6. Pernyataan Muhammad Ali, SU. Pegawai lembaga pemasyrakatan pare-pare selawesi selatan, surat per tanggal 15 juni 1992, di mana dia sudah dinatakan sembuh oleh dokter yang menanganinya setelah menkonsumsi jamu larangga mbojo selama kurang lebih 4 bulan secara rutin. Jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya dia mengalami penyakit lever kurang lebih 1 tahun. Sebagai buktinya dapat ditunjukan hasil pemeriksaan laboratorium sebagai berrikut:
- Pemeriksaan laboratorium tanggal 8 januari 1992 menunjukan SGPT : 85 U/L dan SGOT : 36 U/L
- Pemerikasaan laboratorium tanggal 18 januari 1992 menunjukan SGPT : 54 U/L dan SGOT : 24 U/L
- Pemeriksaan laboratorium tanggal 3 februari 1992 menunjukan SGPT : 38 dan SGOT : 26 U/L
- Pemeriksaan laboratorium tanggal 7 april 1992 menunjukan SGPT : 9 U/L dan SGOT : 9 U/L
Dan keadaan HBs Ag sudah menunjukan negative (-) dan begitu pula anti HBs sudah positif (+)
7. Pernyataan Drs. Indriyatmiko dari purworejo jawa tengah surat pertanggal 25 agustus 1992 mengucapkan syukur dan terima kasih kepada kami bersama keluarga sebagai tanda kegembiaran bahwa penyakitnya sudah dinyatakan sembuh oleh dokter yang menanganinya setelah mengkonsumsi jamu larangga mbojo, padahal waktu di opname di rumah sakit Jogjakarta selam 3 bulan oleh dokter yang menangnainya memperkirakan bahwa umurnya tinggal 4 bulan lagi sehingga dia beserta keluarganya semapat mengalami depresi mental yang luara biasa.
Demikian pengalaman kami selama menderita penyakit lever / hepatitis kronis serta komplikasi dengan penyakit lain dan atas hidayah Alla maka dengan mudah mendapatkan kesembuhan

PJ. TOTI MORI
IP. DEPKES. RI. 2333894
MENYEDIAKAN JAMU LARANGGA MBOJO
DAPAT MENGOBATI PENYAKIT SEPERTI:
- MAAG
- HEPATITIS / HEPATITIS
- GINJAL
- LEVER
- DARAH TINGGI / HIPERTENSI
- KENCING MANIS
- MEMPERBAIKI FUNGSI LAMBUNG
- MEMPERLANCAR PENCERNAAN
- MEMPERBAIKI METABOLISME TUBUH
Kantor:
Jln. Ade Irma Suryani. Gg. Panda IV. No. 1-2
Kota Mataram (83122)
Nusa Tenggara Barat
HUBUNGI AGEN KAMI:
1. FADLIH :
No HP: 08175719007
2. Muhammad Saleh
No. HP: 081917212588
Tidak ada komentar:
Posting Komentar